Ringkasan Kurikulum

Ringkasan Kurikulum

Program Studi Agribisnis Faperta Undana menerapkan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Jenjang kualifikasi merupakan kesepakatan nasional, khususnya pendidikan tinggi yang mengisyaratkan bahwa lulusan setiap program studi paling rendah harus setara dengan capaian pembelajaran tertentu menurut jenjangnya. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.

Kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut harus menjamin agar lulusannya memiliki kualitas yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI.Deskripsi kualifikasi pada KKNI merefleksikan capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui jalur, pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja dan/atau pembelajaran mandiri. Capaian pembelajaran(learning outcomes) adalah internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan (science), pengetahuan (knowledge), pengetahuan praktis (know how), ketrampilan(skills), afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.

Pengembangan kurikulum berbasis KKNI, pada dasarnya bertujuan untuk menciptrakan lulusan yang berkompeten, yang memiliki life skill yang mandiri secara individual, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dan bagi orang lain yang mempunyai keahlian atau kompetensi untuk menghasilkan produk-produk agribisnis inovatif yang kompetitif, dalam pengertian memiliki keunggulan bersaing baik secara domestik maupun secara internasional. Produk-produk agribisnis yang dihasilkan merupakan hasil transformasi keunggulan komparatif lokalitas/wilayah menjadi keunggulan kompetitif yang mampu menciptakan nilai tambah (addedvalue) dengan semangat revolusi pertanian dengan kearifan lokal.

Inti dari pada semangat revolusi pertanian dengan kearifan lokal adalah mampu mengadakan perubahan dengan cepat dan menyeluruh dalam peningkatan produksi pertanian guna mewujudkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, mencapai masyarakat adil dan makmur, yang bermartabat dan memiliki harga diri. Filosofi revolusi pertanian dengan kearifan lokal adalah membentuk sumber daya manusia pertanian yang, jujur, bermartabat, memiliki harga diri dan percaya diri, lebih kuat, dan lebih mandiri, serta mampu menghasilkan teknologi inovasi di bidang pertanian. Proses perubahan ini merupakan proses pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan yang kompatibel. Kearifan lokal akan membangun kemandirian, semangat self helpyang tidak sekedar menggantungkan diri dari luar pihak luar. Pembangunan pertanian dengan kearifan lokal, berupaya memanfaatkan peluang, kekuatan, sumber daya alam yang tersedia, serta menggalang kerjasama dan kebersamaan, yang wajib hukumnya untuk dijadikan sebagai landasan pembangunan nasional.