Kenapa Memilih Kami

Kenapa Memilih Kuliah di Program Studi Agribisnis?

Apa itu Agribisnis?

Sektor pertanian telah berperan dalam perekonomian nasional melalui pembentukan PDB, perolehan devisa, penyediaan pangan dan bahan baku industri, pengentasan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Sektor pertanian mempunyai efek pengganda ke depan dan ke belakang yang besar melalui keterkaitan input-output-outcome antar industri, konsumsi, dan investasi. Hal ini terjadi secara nasional maupun regional, karena keunggulan komparatif sebagian besar wilayah Indonesia adalah di sektor pertanian.

 

Agribisnis secara umum mengandung pengertian sebagai keseluruhan operasi yang terkait dengan usaha untuk menghasilkan uasaha tani,untuk pengolahan dan pemasaran. Dari pengertin diatas dapat disimpulkan bahwa agribisnis meliputi seluruh sector bahan masukan usaha tani yang terlibat dalam bidang produksi dan pada akhirnya menangani proses penyebaran,penjualan baik secara borongan maupun penjualan eceran produk kepada konsumen akhir.

 

Agribinis adalah kegiatan di sektor pertanian dimana organisasi dan manajemennya dirancang untuk memperoleh nilai tambah komersial melalui aktifitas pra usahatani, usahatani/produksi dan pasca usahatani (pengolahan/agroindustri dan pemasaran).

 

Agribisnis merupakan kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian baik kegiatan usaha yang menunjang dan kegiatan yang ditunjuang oleh kegiatan pertanian.

 

Agribisnis adalah pertanian yang organisasi dan manajemennya secara rasional dirancang untuk mendapatkan nilai tambah komersial yang maksimal dengan menghasilkan barang dan  atau jasa yang diminta oleh pasar.

 

Agribisnis (agribusiness) meliputi berbagai usaha yang terintegrasi mulai dari penyediaan dan pengadaan sarana produksi pertanian, kegiatan produksi pertanian, penyimpanan, pengolahan hasil pertanian, serta penyaluran hasil produksi dan hasil olahannya (Golberg dan Davis, 1957, dalam Kartasapoetra dkk., 1985). Downey dan Erickson (1992), mendefinisikan agribisnis sebagai suatu sektor perekonomian yang menghasilkan, mendistribusikan masukan bagi pengusaha tani, memproses, dan

memasarkan, serta mendistribusikan produk usahatani tersebut kepada konsumen akhir.

Menurut Soekartawi (1993), agribisnis adalah pertanian yang organisasi dan manajemennya secara rasional dirancang untuk mendapatkan nilai tambah komersial yang maksimal dengan menghasilkan barang dan atau jasa yang diminta pasar. Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usahatani dan agroindustri, yang saling terkait satu sama lain. Dengan demikian, sistem agribisnis terdiri atas berbagai subsistem, yaitu: (a) susbsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi, teknologi, dan pengembangan sumberdaya pertanian; (b) subsistem budidaya atau usahatani; (c) subsistem pengolahan hasil pertanian atau agroindustri; (d) subsistem pemasaran hasil pertanian; (e) subsistem prasarana; dan(f) subsistem pembinaan.

Agribisnis yang merupakan suatu sistem, bila akan dikembangkan harus terpadu dan selaras dengan semua subsistem yang ada di dalamnya. Pengembangan agribisnis tidak akan efektif dan efisien bila hanya mengembangkan salah satu subsistem yang ada di dalamnya. Soehardjo (1997, dalam Sa’id, E.G. dan A.H. Intan, 2001), mengemukakan beberapa persyaratan dalam pengembangan agribisnis yang memiliki wawasan agribisnis.

Pertama, memandang agribisnis sebagai sebuah sistem yang terdiri dari beberapa subsistem, yaitu subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi, subsistem produksi primer, subsistem pengolahan, dan subsistem pemasaran. Sistem tersebut akan berfungsi dengan baik apabila tidak ada gangguan pada salah satu subsistem. Agribisnis harus mengembangkan semua subsistem di dalamnya karena tidak ada satu subsistem yang lebih penting dari subsistem lainnya.

Kedua, setiap subsistem dalam sistem agribisnis mempunyai keterkaitan ke belakang (backward-linkages) dan keterkaitan ke depan (forward-linkages). Subsistem pengolahan akan berfungsi dengan baik apabila ditunjang oleh ketersediaan bahan baku yang dihasilkan subsistem produksi primer. Sebaliknya subsistem pengolahan akan berhasil dengan baik jika menemukan pasar untuk produknya.

Ketiga, agribisnis memerlukan lembaga penunjang, seperti lembaga pertanahan, pembiayaan/keuangan, pendidikan, penelitian, dan lembaga lainnya yang terkait. Lembaga-lembaga penunjang kebanyakan berada di luar sektor pertanian, sehingga sektor pertanian semakin erat terkait dengan sektor lainnya, di mana agribisnis memainkan peranannya. Di samping memberikan sumbangan terhadap produk domestik bruto (PDB), agribisnis juga berperan sebagai penyedia bahan kebutuhan hidup (pangan, perumahan, pakaian), penghasil devisa, pencipta lapangan kerja, dan sumber peningkatan pendapatan masyarakat.

Keempat, agribisnis melibatkan pelaku dari berbagai pihak (BUMN, swasta, dan koperasi) dengan profesi sebagai penghasil produk primer, pengolah, pedagang, distributor, importir, eksportir, dan lain-lain. Kualitas sumberdaya manusia di atas sangat

menentukan berfungsinya subsistem-subsistem dalam sistem agribisnis dan dalam memelihara kelancaran arus komoditas dari produsen ke konsumen.

Fenomena variabilitas dan perubahan iklim global, kesepakatan perdagangan bebas, perkembangan IPTEKS, konstelasi geografi dan kondisi demografi, serta krisis energi dan pangan dunia merupakan sejumlah tantangan dalam pembangunan sektor pertanian dalam mewujudkan tercapainyapetani yang mandiri, bermartabat dan berdaulat.Sementara itu,kondisi petani/pelaku agribisnis atau sumber daya manusia pertanian Indonesia secara kualitas belum sesuai dengan kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi persaingan regional maupun global dan kualitas lulusan pendidikan formal bidang pertanian belum memadai sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha/industri.

Apa itu Agribisnis (Sekilas Program Studi Agribsnis Universitas Nusa Cendana?

Program Studi Agribisnis, yang merupakan salah satu program studi yang berada di bawah Fakultas Pertanian (Faperta) Undana. Program Studi Agribsnis. Program Studi Agribisis memiliki tiga bidang konsentrasi atau Minat, yaitu Minat Ekonomi Pertanian (EPN), Pertanian Minat Manajemen Agribisnis (MAB), dan Minat Penyuluhan dan Komunikasi  (PKP). Masing-masing minat memiliki Mata Kuliah Khusus sebagai ciri pembedanya dengan beban 14 SKS.Masing-masing minat telah memiliki Laboratorium tersendiri, yaitu Laboratorium Laboratorium Agribisnisdan Laboratorium Penyuluhan.